Selamat Datang di Blog saya...

Selasa, 23 Oktober 2012

STRATIFIKASI SOSIAL


Pelapisan sosial merupakan terjemahan dari istilah stratifikasi sosial (social stratification). kata stratification berasal dari kata stratum (jamaknya: strata, yang berarti lapisan atau berlapis-lapis). Oleh karenanya, seorang tokoh sosiologi Pitirim A. Sorokin menyatakan bahwa social stratification adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat.

Karakteristik Stratifikasi Sosial
Ada tiga aspek yang merupakan karakteristik stratifikasi sosial, yaitu:
  1. Perbedaan kemampuan atau kesanggupan. Anggota masyarakat yang menduduki strata tinggi tentu memiliki kesanggupan dan kemampuan yang lebih besar dibandingkan anggota masyarakat di bawahnya.
  2. Perbedaan gaya hidup. Seorang direktur sebuah perusahaan dituntut selalu berpakaian rapi. Apabila seorang direktur perusahaan besar memakai pakaian kumal, besar kemungkinan akan menjadi gunjingan anak buahnya. Begitu juga sebaliknya, jika seorang bawahan yang berperilaku seolah-olah direktur tentu juga akan menjadi bahan cemoohan kawan-kawan lain.
  3. Perbedaan hak dan akses dalam memanfaatkan sumber daya. Seseorang yang menduduki jabatan tinggi biasanya akan makin lebih banyak hak dan fasilitas yang diperolehnya. Sementara itu, seseorang yang tidak menduduki jabatan strategis apa pun tentu saja hak dan fasilitas yang mampu dinikmati akan makin kecil.
Bentuk-bentuk Stratifikasi Sosial
Pelapisan atau stratifikasi sosial bersdifat hierarkis atau bertingkat dari atas ke bawah. Secara sederhana, pelapisan sosial dapat dapat dibagi ke dalam tiga lapisan, yaitu:
  1. Stratifikasi Ekonomi. Jika dalam suatu masyarakat faktor ekonomi merupakan salah satu hal yang dihargai maka memungkinkan terjadinya pelapisan atau stratifikasi sosial di bidang ekonomi.
  2. Stratifikasi Sosial, yang dimaksud di sini adalah dalam arti yang lebih khusus, misalnya stratifikasi berdasarkan kasta, tingkat pendidikan, dan jenis pendidikan, serta jenis pekerjaan.
  3.  Stratifikasi Politik. Kegiatan politik merupakan profesi tersendiri yang berkaitan dengan kegiatan anggota masyarakat dalam proses pengambilan keputusan yang bersifat politik dalam suatu negara. Di bidang politik pun dikenal stratifikasi sesuai dengan keahlian dan ketrampilan politiknya.
  4. Stratifikasi Sosial pada Masa Kolonialisme. Stratifikasi sosial di Indonesia saat ini berbeda dengan saat berada di bawah pengaruh penjajah atau kolonialisme. Pada masa penjajahan, secara umum terdapat dua golongan masyarakat. Golongan tersebut, yaitu golongan penguasa yang terdiri atas kaum penjajah dan golongan terjajah yang diduduki oleh rakyat. Golongan penguasa merupakan kelompok minoritas dan golongan terjajah merupakan golongan mayoritas.
Sifat Stratifikasi Sosial
Pada prinsipnya, sifat stratifikasi sosial dalam masyarakat terdiri atas stratifikasi sosial tertutup dan stratifikasi sosial terbuka.
  1. Stratifikasi sosial tertutup, pada stratifikasi sosial tertutup senantiasai membatasi kemungkinan pindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan lain baik merupakan gerak ke atas maupun ke bawah.
  2. Stratifikasi sosial terbuka, pada sistem stratifikasi sosial terbuka memberikan kesempatan terbuka bagi warga masyarakat untuk meningkatkan status sesuai dengan kecakapan.
Fungsi Stratifikasi Sosial
Melihat kenyataan dalam kehidupan sosial maka stratifikasi mempunyai beberapa fungsi. Adapun fungsi stratifikasi sosial, antara lain:
  1. Sebagai alat pendistribusian hak dan kewajiban pada setiap lapisan atau strata,
  2. Menempatkan individu-individu pada strata tertentu dalam struktur sosial,
  3. Sebagai pemersatu dengan pola mengoordinasikan bagian-bagian yang ada dalam struktur sosial guna mencapai tujuan yang telah disepakati,
  4. Dapat memecahkan persoalan-persoalan dalam masyarakat,
  5. Mendorong masyarakat bergerak sesuai dengan fungsinya.

Senin, 22 Oktober 2012

MOBILITAS SOSIAL

Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi atau kedudukan dari lapisan satu ke lapisan lainnya. Menurut Horton dan Hunt, mobilitas sosial dapat diartikan sebagai gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas lainnya. Menurut Kimbal Young, tujuan mobilitas sosial adalah untuk mendapatkan keterangan tentang kelanggengan dan keluwesan struktur sosial suatu masyarakat tertentu.

Bentuk Mobilitas Sosial
Ada dua bentuk mobilitas sosial yang mendasar, yaitu:
  1. Mobilitas sosial vertikal, merupakan perpindahan individu atau objek sosial dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan lainnya yang tidak sederajat. Sesuai dengan arahnya, terdapat dua jenis mobilitas sosial vertikal, yaitu mobilitas sosial vertikal intragenerasi dan mobilitas sosial antargenerasi. mobilitas sosial vertikal intragenerasi adalah mobilitas sosial vertikal yang terjadi dalam diri seseorang. Sedangkan mobilitas sosial antargenerasi adalah dua mobilitas sosial yang tidak terjadi dalam diri orang itu sendiri, tetapi terjadi dalam dua generasi.
  2. Mobilitas sosial horizontal, berarti perpindahan kedudukan secara mendatar atau perpindahan dalam lapisan yang sama. mobilitas sosial horizontal memiliki dua macam bentuk, yaitu mobilitas sosial horizontal intragenerasi dan mobilitas sosial horizontal antargenerasi. Mobilitas sosial intragenerasi terjadi dalam diri seseorang, sedangkan mobilitas sosial horizontal antargenerasi terjadi antara dua generasi.
Saluran-saluran Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial vertikal mempunyai saluran-saluran dalam masyarakat. Proses mobilitas sosial vertikal melalui saluran-saluran tersebut oleh Pitirim A. Sorokin disebut social circulation. saluran-saluran tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Lembaga pendidikan
  2. Lembaga keagamaan
  3. Angkatan bersenjata
  4. Organisasi ekonomi
  5. Organisasi keahlian
  6. Organisasi politik
Faktor yang Menentukan Mobilitas Sosial
Menurut Horton dan Hunt, ada dua faktor yang mempengaruhi tingkat mobilitas pada masyarakat modern. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Faktor struktural, merupakan jumlah relatif dari kedudukan tinggi yang bisa dan harus di isi serta kemudahan untuk memperolehnya.
  2. Faktor individu, merupakan faktor yang berasal dari dalam diri seorang individu.

Minggu, 21 Oktober 2012

STRUKTUR SOSIAL

Struktur sosial adalah jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yaitu kaidah-kaidah atau norma-norma sosial, lembaga sosial, kelompok sosial dan lapisan sosial. Soerjono Soekanto mendefinisikan struktur sosial sebagai organisasi yang berkaitan dengan pilihan dan keputusan dalam hubungan-hubungan sosial aktual. Masyarakat pada umumnya memiliki struktur sosial dengan ciri-ciri yang sama bagi semua masyarakat, yaitu:
  1. Secara horizontal, masyarakat ditandai oleh kenyataan adanya kesatuan sosial. Kesatuan sosial itu berdasarkan perbedaan suku bangsa, perbedaan agama, profesi, ras, adat serta perbedaan kedaerahan.
  2. Secara vertikal, struktur sosial masyarakat ditandai oleh adanya perbedaan-perbedaan antarkelas sosial dan polarisasi yang cukup tajam.

Deferensiasi Ras
Diferensiasi ras merupakan pembedaan manusia berdasarkan ciri-ciri fisiknya. Adapun ciri-ciri fisiknya antara lain warna kulit, bentuk rambut, warna rambut, tinggi badan, warna mata. ilmu yang mempelajari ras-ras manusia dinamakan somatologi. Beberapa definisi ras dari para ahli adalah sebagai berikut:
  1. Horton dan Hunt, ras adalah kelompok manusia yang berbeda dengan kelompok-kelompok lainnya dari segi ciri-ciri fisik bawaan ataupun pengertian yang digunakan masyarakat.
  2. Grosse, ras adalah segolongan manusia yang merupakan satu kesatuan karena kesamaan sifat jasmani dan rohani yang diturunkan sehingga dapat dibedakan dengan kesatuan lain.
  3. Kohlbrugge, ras adalah segolongan manusia yang memiliki kesamaan ciri-ciri jasmani karena diturunkan, sedangkan sifat-sifat kerohaniannya diabaikan.
  4. Koentjayaningrat, ras adalah golongan manusia yang secara umum memiliki ciri-ciri tubuh tertentu.
  5. Dunn dan Dobshansky, ras adalah populasi yang  dibedakan oleh persamaan gen atau kategori individu yang secara turun menurun memiliki ciri-ciri fisik dan biologis tertentu.
Diferensiasi Etnis (Suku Bangsa)
Suku bangsa merupakan gabungan sosial yang dibedakan dari golongan-golongan sosial lainnya karena mempunyai ciri-ciri paling dasar dan umum berkaitan dengan asal-usul dan tempat asal serta kebudayaannya. Kesamaan kebudayaan, bahasa, adat istiadat, dan nenek moyang merupakan ciri-ciri suatu suku bangsa, sedangkan ras lebih dilihat dari perbedaan budaya dalam arti luas. suatu ras bisa terdiri atas berbagai macam suku bangsa yang berbeda. Suku bangsa mendiami berbagai pulau yang terbesar di seluruh Nusantara. Menurut Koentjayaningrat, suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang terikat oleh kesadaran akan kesatuan kebudayaan, sedangkan kesadaran dan identitas sering dikuatkan oleh kesatuan bahasa.