Pelapisan sosial merupakan terjemahan dari
istilah stratifikasi sosial (social stratification). kata stratification
berasal dari kata stratum (jamaknya: strata, yang berarti lapisan atau
berlapis-lapis). Oleh karenanya, seorang tokoh sosiologi Pitirim A. Sorokin
menyatakan bahwa social stratification adalah pembedaan penduduk atau
masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat.
Karakteristik Stratifikasi Sosial
Ada
tiga aspek yang merupakan karakteristik stratifikasi sosial, yaitu:
- Perbedaan kemampuan atau kesanggupan. Anggota masyarakat yang menduduki strata tinggi tentu memiliki kesanggupan dan kemampuan yang lebih besar dibandingkan anggota masyarakat di bawahnya.
- Perbedaan gaya hidup. Seorang direktur sebuah perusahaan dituntut selalu berpakaian rapi. Apabila seorang direktur perusahaan besar memakai pakaian kumal, besar kemungkinan akan menjadi gunjingan anak buahnya. Begitu juga sebaliknya, jika seorang bawahan yang berperilaku seolah-olah direktur tentu juga akan menjadi bahan cemoohan kawan-kawan lain.
- Perbedaan hak dan akses dalam memanfaatkan sumber daya. Seseorang yang menduduki jabatan tinggi biasanya akan makin lebih banyak hak dan fasilitas yang diperolehnya. Sementara itu, seseorang yang tidak menduduki jabatan strategis apa pun tentu saja hak dan fasilitas yang mampu dinikmati akan makin kecil.
Bentuk-bentuk Stratifikasi Sosial
Pelapisan atau stratifikasi sosial bersdifat
hierarkis atau bertingkat dari atas ke bawah. Secara sederhana, pelapisan
sosial dapat dapat dibagi ke dalam tiga lapisan, yaitu:
- Stratifikasi Ekonomi. Jika dalam suatu masyarakat faktor ekonomi merupakan salah satu hal yang dihargai maka memungkinkan terjadinya pelapisan atau stratifikasi sosial di bidang ekonomi.
- Stratifikasi Sosial, yang dimaksud di sini adalah dalam arti yang lebih khusus, misalnya stratifikasi berdasarkan kasta, tingkat pendidikan, dan jenis pendidikan, serta jenis pekerjaan.
- Stratifikasi Politik. Kegiatan politik merupakan profesi tersendiri yang berkaitan dengan kegiatan anggota masyarakat dalam proses pengambilan keputusan yang bersifat politik dalam suatu negara. Di bidang politik pun dikenal stratifikasi sesuai dengan keahlian dan ketrampilan politiknya.
- Stratifikasi Sosial pada Masa Kolonialisme. Stratifikasi sosial di Indonesia saat ini berbeda dengan saat berada di bawah pengaruh penjajah atau kolonialisme. Pada masa penjajahan, secara umum terdapat dua golongan masyarakat. Golongan tersebut, yaitu golongan penguasa yang terdiri atas kaum penjajah dan golongan terjajah yang diduduki oleh rakyat. Golongan penguasa merupakan kelompok minoritas dan golongan terjajah merupakan golongan mayoritas.
Sifat Stratifikasi Sosial
Pada prinsipnya, sifat stratifikasi sosial dalam
masyarakat terdiri atas stratifikasi sosial tertutup dan stratifikasi sosial
terbuka.
- Stratifikasi sosial tertutup, pada stratifikasi sosial tertutup senantiasai membatasi kemungkinan pindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan lain baik merupakan gerak ke atas maupun ke bawah.
- Stratifikasi sosial terbuka, pada sistem stratifikasi sosial terbuka memberikan kesempatan terbuka bagi warga masyarakat untuk meningkatkan status sesuai dengan kecakapan.
Fungsi Stratifikasi Sosial
Melihat kenyataan dalam kehidupan sosial maka
stratifikasi mempunyai beberapa fungsi. Adapun fungsi stratifikasi sosial,
antara lain:
- Sebagai alat pendistribusian hak dan kewajiban pada setiap lapisan atau strata,
- Menempatkan individu-individu pada strata tertentu dalam struktur sosial,
- Sebagai pemersatu dengan pola mengoordinasikan bagian-bagian yang ada dalam struktur sosial guna mencapai tujuan yang telah disepakati,
- Dapat memecahkan persoalan-persoalan dalam masyarakat,
- Mendorong masyarakat bergerak sesuai dengan fungsinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar